MARELAN, garudaonlinenews.com | Dalam semangat menyambut pergantian tahun Hijriah yang penuh makna, Majelis Taklim Al-Hidayah beserta masyarakat Muslim Komplek KPUM Deli Sejahtera ll, Kelurahan Terjun, Kec.Medan Marelan menggelar peringatan Muharam 1448 H dan santunan anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al-Hidayah, Komplek KPUM Deli Sejahtera ll, Kel. Terjun, Kec.Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (11/7/2026) sekira pukul 20.00 Wib.
Acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang berdomisili di Lingkungan 13 sekitarnya. Dengan penuh kekhusyukan, para jamaah memadati halaman masjid untuk mendengarkan tausiyah serta menyaksikan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kasih sayang dan perhatian umat Islam terhadap sesama.
Majelis Taklim Al-Hidayah ini menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Dr.H. Daud Sagitaputra, M.A yang menyampaikan pesan-pesan religius seputar makna Tahun Baru Islam sebagai momen introspeksi diri dan pembaruan niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah SWT.
Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya mengisi tahun baru Hijriah dengan memperbanyak amal saleh, mempererat ukhuwah islamiyah, serta menjaga semangat kepedulian terhadap kaum dhuafa, termasuk anak-anak yatim yang merupakan tanggung jawab bersama umat.
Sebelum tausiyah dimulai, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat bersama, serta laporan panitia tentang jumlah anak yatim yang menerima santunan.
Dalam laporannya, Ketua Panita Muharam 1448 H, Ir.Arsyamsah Batubara, M.T mengajak masyarakat muslim untuk melakukan muhasabah (evaluasi dan introspeksi diri) atas perjalanan hidup yang telah berlalu.
"Pergantian tahun Hijriah menjadi titik awal untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat keimanan, dan merencanakan kebaikan di masa depan," katanya.
Kemudian, kata sambutan dari Ketua BKM Al-Hidayah, Ustadz Bustami Manurung dalam kata sambutanya, Beliau mengajak masyarakat lingkungan 13 khususnya Komplek Perumahan KPUM untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari banjir.
Dirinya juga menyampaikan dihadapan jamaah bahwa Tim Analisis Penanggulangan Banjir sudah dibentuk 28 sektor agar nantinya kedepan masalah banjir teratasi.
Tokoh Masyarakat Lingkungan 13, Riadi menyampaikan apresiasi atas kekompakan panitia dan seluruh warga Perumahan KPUM Deli Sejahtera ll dan Griya Terjun Asri (GTA) dalam menyelenggarakan kegiatan yang sarat nilai ibadah dan sosial ini.
“Ini adalah bentuk nyata bahwa nilai-nilai keislaman dan budaya gotong royong masih sangat hidup di tengah masyarakat kita,” ujarnya.
Kegiatan seperti ini menjadi penanda bahwa masyarakat Lingkungan 13, khususnya Komplek KPUM Deli Sejahtera ll tidak hanya menjalankan tradisi keagamaan, tetapi juga membumikan ajaran Islam dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dengan menyatukan pengajian dan santunan, warga telah menunjukkan bahwa spiritualitas dan solidaritas adalah dua pilar penting dalam membangun Lingkungan yang religius dan berkeadilan sosial.
"Semoga kegiatan ini menjadi awal tahun Hijriah yang penuh berkah, dan menjadi motivasi bagi seluruh warga untuk terus menebar kebaikan di tengah-tengah masyarakat serta bermuhasabah dan semangat perubahan menuju yang lebih baik lagi" tutupnya.(red)

Posting Komentar